MATERI KRITIK SASTRA

Kritik merupakan salah satu dari cabang ilmu sastra. Kritik sastra menganalisis teks karya sastra itu sendiri. Kritik dapat diterapkan pada semua bentuk karya sastra, baik yang berupa puisi, prosa maupun drama. Kritik adalah karangan yang menguraikan tentang pertimbangan baik atau buruk suatu karya sastra. Kritik biasanya diakhiri dengan kesimpulan analisis . Tujuan kritik bukan hanya menunjukkan keunggulan, kelemahan, kebenaran, dan kesalahan sebuah karya sastra berdasarkan sudut tertentu, tetapi mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan sastra tertinggi dan untuk mengapresiasi karya sastra secara lebih baik. Tugas kritik sastra adalah menganalisis, menafsirkan, dan menilai suatu karya sastra . Kehadiran kritik sastra akan membuat sastra yang dihasilkan berikutnya menjadi lebih baik dan berbobot karena kritik sastra akan menunjukkan kekurangan sekaligus memberikan perbaikan.

Ciri-ciri Kritik Sastra

Kritik sastaramempunyai beberapa ciri, yaitu sebagai berikut :

a. Memberikan tanggapan terhadap hasil karya.

b. Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan ) sebuah karya sastra

c. Pertimbangan bersifat obyektif

d. Memaparkan kesan prebadi kritikus terhadap sebuah karya sastra

e. Memberikan alternatif perbaikan atau penyerpurnaan

f. Tidak berprasangka

g. Tidak terpengaruh siapa penulisnya

Pentingnya Kritik/ Fungsi Kritik

a. Bagi Pembaca

Bagi pembaca merupakan penuntun untuk dapat menikmati ciptaan yang dikritik itu , sehingga dapat   memberikan pandangannya dan menghargainya

b. Bagi Seniman atau Pengarangnya

Bagi pengarangnya merupekan petunjuk yang berharga yang wajib dipertimbangkan untuk kebaikan ciptaan yang akan datang.

Prinsip-Prinsip Penulisan Kritik

a. Penulis harus secara terbuka mengemukakan dari sisi  mana ia menilai karya sastra tersebut.

b. Penulis harus obyktif dalam menilai

c. Penulis harus menyertakan bukti dari teks yang dikritik

Jenis-Jenis Kritik

a. Kritik sastra intrinsik, yaitu menganalisis karya sastra berdasarkan unsur intrinsiknya, sehingga akan diketahui kelemahan dan kelebihan yang ada dalam karya sastra

b. Kritik sastra ekstrinsik, yaitu menganalisis dengan cara menghubungkan karya sastra dengan penulisnya, pembacanya , atau masyarakatnya. Disamping itu juga melibatkan faktor ekstinsik lain seperti sejarah, psikologi, relegius, pendidikan dan sebagainya

c. Kritik deduktif , yaitu menganalisis dengan cara berpegang teguh pada sebuah ukuran yang dipercayainya dan dipergunakan secara konsekuen

d. Kritik Induktif, yaitu menganalisis dengan cara melepaskan semua hukum atau aturan yang berlaku

e. Kritik impresionik, yaiti menganalisis hasil karya berdasarkan kesan pribadi secara subyektif terhadap karya sastra

f. Kritik penghakiman , yaitu menganalisis dengan cara berpegang teguh pada ukuran atau aturan tertentu untuk menentukan apakah sebuah karya sastra baik atau buruk

g. Kritik teknis, yaitu kritik yang dilakukan untuk tujuan tertentu saja

CONTOH KRITIK SASTRA

a. ” Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Essay” , oleh H.B. Yassin

b.” Pokok dan Tokoh”, oleh Dr.A.Teeuw

c. “Buku dan Penulis”, oleh Amal Hamzah

Tujuan penulisan kritik sastra antara lain:

a. Memberikan panduan yang benar cara memahami karya sastra

b. Berguna untuk penyusunan teori sastra an sejarah  sastra

c. Membantu perkembangan kesusastraan suatu bangsa karena memberikan penjelasan baik buruknya suatu karya sastra

d. Memberikan manfaat kepada masyrakat tentang pemahaman dan apresiasi sastra

CONTOH KRITIK

Media Indonesia Selasa, 13 September 2005RESENSI » BukuRagam Kritik Sastra Indonesia
Judul Buku: Mozaik Sastra Indonesia
Oleh: Faiz Manshur
MUNGKIN sebagian orang masih punya pendapat, sastra adalah bidang marginal, terkucil dari gegap-gempita kesenian panggung dan televisi sekarang ini. Kita hanya menyaksikan eksistensi sastra pada panggung-panggung mini, atau acara bedah buku, temu penulis dengan pembaca yang pengunjungnya bisa kita hitung dengan jari.Namun, biar begitu adanya, eksistensi sastra bukan tidak berguna. Sastra bercita rasa tinggi, akan sangat penting manfaatnya sebagai kontrol terhadap kesenian (bahkan kebudayaan) hasil produk pasar bebas yang serbainstan, imitatif, pasaran, dan rendah nilai estetiknya.Tentu, untuk membangun sastra yang berkualitas, kritik sastra harus ditempatkan pada sentral diskursus. Beragam perspektif harus disiapkan untuk melihat sesuatu yang tidak pernah kita duga-duga. Hadirnya buku ini tentu penting bagi pembaca untuk lebih mudah melihat keragaman analisis para pegiat sastra, kritikus dan akademis yang selama ini serius terlibat dan meneliti perkembangan sastra Indonesia.Melalui proses seleksi yang cukup serius, sang editor Kinayati Djojosuroto mengemas 21 esai karya dari 21 kritikus sastra menjadi satu buku berjudul Mozaik Sastra Indonesia.Di dalamnya memuat karya-karya dua generasi. Generasi tua diwakili Asrul Sani, Arief Budiman, Abdul Hadi WM, dan Wilson Nadeak. Sedangkan para kritikus sastra muda yang hadir adalah Agus R Sarjono, Agus Noor, Ahmad Subhanuddin Alwy, Binhad Nurrahmat dan lain-lain. Ada juga tulisan dari para akademisi seperti Maman S Mahayana, Sunaryo Basuki Ks, Suroso, dan Yusrizal Kw.Tulisan-tulisan yang terkumpul di dalamnya berasal dari naskah-naskah yang pernah diterbitkan di media cetak seperti Majalah Horizon, Kompas, Republika, Media Indonesiadan lain-lain.Antologi ini diklasifikasi menjadi 6 topik. Bab pertama membicarakan tentang sastra dan konteks. Perbincangan dalam bab ini mengarah pada keterkaitan antara sastra, politik, sosial, dan ideologi. Artinya, pengarang ingin menyampaikan realitas sosial-politik, religi dan budaya dalam bingkai sastra. Esai-esai pada bagian ini setidaknya akan menyegarkan dahaga dunia sastra Indonesia yang selama ini mengalami kekurangan kritik sastra.Bagian kedua, menyoal sastra dan imajinasi, di mana pembicaraan seputar peranan imajinasi dalam karya sastra ditelaah secara detail dan mendalam. Bagian ketiga, sastra dan pluralisme, menyoroti kreativitas karya sastra yang selalu terikat oleh variabel lain yang berdampak pada sukses atau gagalnya sastrawan dalam mengomunikasikan bahasa. Dijelaskan, sastra tanpa media komunikasi akan mati, pembaca tidak akan bisa menikmati. Masih serupa dengan perbincangan sastra dan konteks, soal pluralisme, demokrasi, dan hak asasi manusia cukup banyak dibicarakan dalam bagian ini.Pada bagian keempat, Mozaik Sastra Indonesia, pembaca akan disuguhi proses kreatif para penulis sastra dalam menciptakan percikan-percikan ide yang memiliki nilai estetika puisi. Di dalam bab ini, pembicaraan tentang kesaksian kreatif berpuisi dalam memahami warna lokal sastra, latar sosial, dan religi dalam karya sastra juga mendapat tempat.Bagian kelima, membahas soal sastra cyber. Hadirnya teknologi informasi di Indonesia berdampak pada perkembangan sastra dengan wajah baru dan unik. Sastra cyber merupakan fenomena penting yang tidak mungkin diabaikan dalam perbincangan sastra Indonesia. Era cyber telah menjadikan komunikasi antarmanusia lebih cepat. Seiring dengan itu, para sastrawan baru pun bermunculan melalui internet. Pembicaraan sastra cyber pun makin menarik karena ternyata mempunyai ciri khas yang berbeda dengan sastra media cetak.

Bagian keenam kita akan diajak bertamasya pada proses kreativitas pengarang. Tema ini selalu menjadi topik hangat yang selalu dibutuhkan, terutama sastrawan pemula. Dari sini kita akan melihat tentang suka-duka sastrawan dalam memproduksi ide penulisan.

Seperti yang pernah di katakan oleh Radhar Panca Dahana, ”Sastra memang semestinya dikembalikan kepada pembaca, baik secara teoretis maupun praktis.” Di tingkat teoretis penyingkiran pembaca dalam penelaahan sastra, membuat sastra itu sendiri hanya berputar dalam lingkaran analitik antara para kritikus, ambisi penerbit, atau biografi pengarangnya. (Faiz Manshur, jurnalis tinggal di Jakarta)

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under KRITIK DAN ESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s